Lilypie 2nd Birthday Ticker
Lilypie 1st Birthday Ticker

Wednesday, November 19, 2008

Perubahan yang baik

Wah tidak terasa sudah sebulan lebih sejak update blog Bunda terakhir di bulan September. Ada apa saja ya dibulan Oktober dan November ini? Bagaimana perkembangan dan kabarnya Dhiyaa dan Akhyaar?

Di bulan Oktober kemarin kami banyak mengalami hal2 yang menyenangkan:
  1. Lebaran berempat di Klender dengan Dhiyaa dan Akhyaar yang sudah bisa dilepas main sendiri. Pinjam mobil Eyang Kung selama seminggu selama libur lebaran untuk keliling. Bunda perhatikan sejak lebaran tahun ini Dhiyaa dan Akhyaar makin senang dan gampang kalau diajak mengunjungi rumah kerabat atau teman-teman Ayah dan Bunda. Mereka bisa betah main dilingkungan baru dan jarang sekali minta pulang karena bosan.
  2. Mulai bulan ini Dhiyaa sudah 100% lepas dari yang namanya diaper. Mulai dari tidur, main dan jalan keluar.... no diaper. Walaupun kalau tidur malam masih sering ngompol karena minum susunya pas sudah naik tempat tidur. Sedangkan kalau tidur siang bisa dikatakan jarang sekali ngompol.
  3. Akhyaar lebih gampang lagi, tidur siang maupun malam sekarang hampir tidak pernah ngompol. Seperti ada sensornya kalau ditempat tidur tidak akan pipis. Pernah satu malam ketika semua sudah terlelap tidur, Akhyaar dengan santainya turun dari tempat tidur dan mau keluar kamar, tapi berhubung pintu kamar dikunci so Akhyaar cuma bisa ribut saja minta keluar. Pas Bunda tersadar ternyata Akhyaar sudah ngompol di lantai. Jadi Akhyaar pakai diaper hanya kalau kita mau pergi keluar saja.
  4. Ayah pindah kerja lagi, well kali ini balik ke salah satu operator yang sebelumnya Ayah pernah bekerja disitu juga. Menyenangkan karena setiap Ayah pindah kerja kita seperti merasa mendapat limpahan rezeki dari Allah.
  5. Alhamdulillah dibulan ini juga kita sudah bisa beli mobil baru lagi, kali ini mobil city car karena memang akan banyak dipakai Bunda untuk antar Dhiyaa sekolah jadi Bunda lebih milih mobil yang size nya kecil tapi tetap gaul :D..... so pilihan jatuh ke Yaris. Khusus untuk warna mobil kita serahkan ke Dhiyaa untuk menentukan warnanya, tebak warna apa yang dipilih Dhiyaa......Super Red....wow.
Di bulan November:
  1. Antar jemput sekolah Dhiyaa vakum karena supirnya pulang kampung. Karena no mobil si Super Red baru ada minggu kedua November so Dhiyaa sempat ngerasain ke sekolah naik ojek sama Bunda. Lumayan mahal diongkos dan agak repot, sehubungan sekolah Dhiyaa yang jauh dari pangkalan ojek. Jadi Bunda mesti rela jalan ke jalan utama (lumayan 500m) untuk cari ojek dan minta ojek nunggu sementara Dhiyaa masih saja senang berleha-leha di sekolah. Pernah kejadian Dhiyaa ngompolin tukang ojeknya pas perjalanan pulang, hehehe. Tapi karena hampir dua minggu sekolah naik ojek Dhiyaa malah jadi kesenangan.
  2. Bunda mulai antar Dhiyaa sekolah naik mobil sendiri. Hari pertama sempat grogi sampai spoiler kiri bawah kena baret karena nabrak trotoar. Seminggu awal Bunda coba bolak balik sekolah dan rumah supaya bisa main dengan Akhyaar di rumah, tapi ternyata km yang Bunda tempuh dalam sehari kalau bolak-balik hampir 70km (kata Ayah ini sama dengan kalau Ayah ke kantor bawa mobil PP). Pantesan kok ya berasa capek pas weekend. So diputuskan supaya Bunda standby saja di sekolah Dhiyaa untuk menghemat bbm dan juga uang tol.
  3. Dhiyaa tambah senang sekolah dan info dari teacher nya di sekolah Dhiyaa juga sudah mulai cerewet. Memang sih terlihat kalau habis pulang sekolah Dhiyaa tidak mau langsung balik tapi maunya duduk-duduk dulu disekolah sambil main sama teman-temanya yang rata-rata lagi pada nunggu saudaranya yang pulangnya memang lebih siang. Kalau ada teacher yang lewat pasti sama Dhiyaa langsung dipanggil, dan Dhiyaa langsung senyum-senyum genit depan teacher-nya. Senin kemarin Dhiyaa sempat demam jam3 pagi, paginya Dhiyaa masih bilang kalau dia mau sekolah....walah. Padahal pas udah disuruh siap-siap dia malah tidur karena kecapaian bangun jam 3 dan muntah gak bisa tidur. Pas Dhiyaa sadar dari tidurnya jam 10, malah merengek minta ke sekolah. Well, Alhamdulillah Dhiyaa cuma off sehari saja sekolahnya.
  4. Akhyaar sudah mulai berbicara menggabungkan beberapa kata. Sudah bisa goes sepeda dengan sempurna (Ayah Bunda jadi tidak sabar untuk membelikan sepeda, karena sepeda saat ini notabennya punya Dhiyaa). Sudah bisa disuruh ini itu juga. Tapi keras kepalanya tetap saja tidak hilang. Kalau ingin sesuatu gigih sekali. Mau minta susu, kalau tidak dikasih karena makannya tidak habis Akhyaar langsung ambil kursi dan dorong ke meja dimana botol susunya ditempatkan, terus naik dan ambil sendiri dech. Makin senang main air juga. Sekarang mulai belajar untuk 100% lepas dari diaper juga.
Senang banget banyak perubahan yang baik di keluarga kami. Semoga Allah terus menghujankan berkahnya kekeluarga kami. Amin.

PS: Untuk photo-photo akan diupload menyusul ya.

Friday, September 26, 2008

Lagu lebaran Dhiyaa

Kemarin waktu mau bobo Dhiyaa bernyanyi, volumenya kecil, tapi sepertinya Ayah tahu lagu apa but still not clear (Dhiyaa tahu kalau mau bobo nggak boleh berisik). Setelah kita minta, baru Dhiyaa mau nyanyi agak keras. Oooo, ternyata lagu lebaran itu loh. Yang seperti ini:

Sepatu baru Alhamdulillah
Tuk dipakai di hari Raya
Tak ada pun tak apa-apa
Masih ada sepatu yang lama

ohhhhhh, mungkin karena tahun ini nggak dibelikan sepatu yah?

Thursday, September 25, 2008

September Ceria

Di bulan September yang ceria ini bersamaan dengan bulan Ramadhan, Bunda sudah resmi menjadi FTM (Full Time Mother). Apa saja yang Bunda lakukan selama hampir satu bulan ini menjadi FTM?

Setiap Senin - Jum'at karena ini kebetulan bulan puasa, so Bunda bangun pagi2 untuk masak makanan sahur atau juga sekedar manasin doank. Setelah itu, selesai shalat Subuh baru tidur lagi (hehehe) tapi gak tau kenapa akhir2 ini (pas kebetulan lagi gak puasa) walaupun tetap nyiapin sahur tapi habis itu enggak tidur lagi sampai malamnya lagi. Well ok, back to the routine, of course nganterin Dhiyaa ke sekolah. Lebih tepatnya nemenin sich, karena yang nganterin adalah mobil antar jemput. Berhubung di antar jemput ini hanya Dhiyaa seorang yang tujuannya ke Binus School Serpong, so mau gak mau Bunda harus nemenin Dhiyaa. Tapi nemenin cuma sampai gate saja, setelah itu Dhiyaa masuk kelas on her own. Kegiatan Bunda selama nungguin Dhiyaa sekolah ya salah satu ininya, nulis blog di warnet terdekat, atau tadarusan di musholla sekolah. Setelah Dhiyaa pulang sekolah, langsung maen sama Dhiyaa dan Akhyaar, sampai jam mau nyiapin makanan untuk buka. Kalau masih cukup waktu, setelah nyiapin makanan untuk buka ya keliling komplek sama mereka.

Bagaimana perkembangan Dhiyaa dan Akhyaar selama hampir sebulan Bunda di rumah?
Dhiyaa:
  • Senang sekolah, sampai karena Dhiyaa itu copy cat ulung, hampir tiap hari dirumah setelah pulang sekolah selalu ngajak main sekolah2an, dan tentunya Dhiyaa berperan jadi teacher nya. Hahaha.
  • Tambah cepat menghafal lagu baru. Apalagi kalau yang didapat dari sekolah.
  • Sudah mulai senang nonton film anak2. Dulu setiap diputarin film atau lagu pasti tidak pernah bisa diam di depan TV, tapi sekarang sudah bisa. Kadang malah satu film diputar berkali-kali. (Her favorit is Barney, well mungkin karena film itu kali ya yang paling banyak).
  • Sudah mulai senang mewarnai, pakai cat air, krayon, atau spidol. Kalau pakai cat air malah suka body painting, hehehe.
  • Kalau nonton TV sudah mulai sering tanya2 "kenapa?"
  • Sudah bisa beberapa kata bahasa Mandarin dan satu lagu. Well kalau yang satu ini bukan karena ada Bunda sich, karena Bunda sendiri malah tidak bisa. Dengan rhyme London Bridge is falling down, falling down, falling down, tapi kata katanya diganti Head Shoulder Knee Toes versi Mandarin. Tou er jianbang xi jiaozhi, xi jiao zhi, xi jiao zhi.....nah loh bisa tidak tuch pronounce nya.
  • Mulai bisa mandi sendiri. Dari guyur badan, sabunan dan gosok gigi. Kalau shampoo-an masih belum berani, takut pedih matanya.
  • Slowly but sure, mulai nurut sama Bundanya.
  • Makin susah tidur....tidur siang on off on off, kalau hari ini tidur siang, besoknya enggak. Terus walaupun tidak tidur siang, tetap saja tidurnya malam.

Akhyaar:
  • Sudah fasih ngomong "Bunda"
  • Sudah pintar berhitung 1-10 in english and bahasa.
  • Sudah mulai ikut nyanyi.
  • Senang dance kalau nonton Barney (kalau ini udah keturunan darah seni dari Bunda nich, hehehe).
  • Punya lagu favorit kalau nonton Barney. Kadang filmnya suka di ulang2 pas di lagu yang itu2 saja.
  • Sudah jadi partner in crime Dhiyaa. Mereka berdua sudah bisa buat rumah jadi berantakan, tapi Bunda diamkan saja biar mereka jadi kreatif. Pernah berdua Bunda biarkan main cat air berdua di belakang, eh malah berubah jadi main masak-masakkan dengan pakai bahan kompos punya Ayah untuk bertanam.
  • Sudah bisa naik sepeda, dan goes sendiri walaupun baru setengah porsi alias berulang-ulang pakai kaki kiri terus (wah ini jadi prestasi Bunda, karena sebelumnya Dhiyaa baru bisa setelah umur 2 tahun lebih, tapi Akhyaar belum 2 tahun malah sudah bisa).
  • Makin susah tidur, ini sama kaya Kakaknya.
Semoga perkembangan mereka tambah pesat, dan Bunda tambah betah di rumah (sekarang saja sudah betah). Alhamdulillah, Bunda senang dan menikmati tugas baru ini, waktu berjalan sangat cepat sekali, ini salah satu indikator kalau Bunda enjoy.

Wednesday, August 27, 2008

First day again....

First day lagi, tapi kali ini first day untuk Bunda mulai rutinitas baru. Setelah 2 hari kemarin Dhiyaa merengek minta dianterin ke sekolah sama Bunda, baru hari ini Bunda bisa melakukan lagi kegiatan tersebut.
Seperti biasa, begitu Dhiyaa bangun langsung Bunda ajak mandi biar nantinya tidak keburu-buru pas jemputannya datang. Dari bangun tidur, mandi, sarapan sampai berangkat sekolah semuanya lancar. Oh ya, tadi pas mau berangkat Akhyaar minta ikut, tapi maaf ya nak di sekolah kakak tempat mainnya kalau jam sekolah justru ditutup.
Sampai di sekolah, ternyata di gerbang TK belum ada teacher yang standby tapi cuma ada pak satpam. Tapi Alhamdulillah Dhiyaa tetap mau salaman sama pak satpam, setelah itu langsung jalan sendiri ke kelas (sempat wave bye bye juga sama Bunda).
Setelah Dhiyaa hilang dari pandangan Bunda, Bunda memutuskan untuk mencoba jalan keluar sekolah Dhiyaa, yaaa hitung-hitung olah raga. Bunda jalan lumayan jauh 30 menitan dan keringatan sampai akhirnya sekarang end up di sebuah warnet untuk isi waktu.
But sebentar lagi time to go to pick Dhiyaa up....type again later then.

Thursday, August 21, 2008

Reaching up high

Baru-baru ini Ayah memperhatikan kebiasaan Akhyaar yang baru: mengambil barang-barang di tempat yang tinggi. Minggu lalu Akhyaar mau ambil magnet di kulkas. Kebetulan magnetnya ada di part paling tinggi.

Akhyaar kemudian mengambil kursi kecil dari tempat lain dan ditempatkannya di depan kulkas. Naik ke atas kursi dan ...... ternyata magnetnya masih jauh. And then Akhyaar lihat ke Ayah. Mungkin karena malu, Akhyaar nggak minta tolong ke Ayah. Yang Akhyaar lakukan kemudian adalah turun, pindahkan kursi kecil ke tempat lain dan kemudian ambil kursi makan yang besar, diseret ke depan kulkas.

Plan B berhasil. Akhyaar bisa naik ke atas kursi makan dan bisa ambil magnetnya.

Wow...sepertinya Ayah dan Bunda sudah nggak bisa lagi mengandalkan tempat yang tinggi untuk membendung hasrat Akhyaar akan hal-hal baru.

Halo? Ya?

Sudah 2 hari ini Dhiyaa pilek dan batuk. Ayah dan Bunda pesan kalau lebih dari seminggu masih pilek kita ke dokter aja. Mungkin karena sudah mengerti prosedur ke dokter, hari ini Dhiyaa akting bertelepon seperti ini.

Persiapan: Ambil telepon terus pencet pencet sambil berbisik, "Nol, delapan, satuuu, duaaa, ........." (ohhh mungkin ini nomor Pak Dokter)
Pembicaraan:
Dhiyaa: "Halo? Ya? Dokter Rudi ya? Iya, ini Dhiyaa. Dhiyaa mau ke dokter. Dapet nomor berapa?
--------diam sejenak, mungkin dengerin dokter Rudi bicara---------
Dhiyaa: "Berapa? Oh....? 12? Ya...ya"
--------diam lagi---------
Dhiyaa: "Dokter Rudi dimana? Oh di jalan? Nanti kalau sudah sampai telepon Dhiyaa ya. Ok, Assalamualaikum"
------klik, pembicaraan selesai------

Kemudian Bunda tanya kenapa teleponnya dokter Rudi? Dhiyaa bilang: "Dokter Ferdi lagi nggak masuk, Bunda...."

gubrak!!!!!

Tuesday, August 19, 2008

A month after joining school

Tidak terasa sudah sebulan Dhiyaa bergabung di sekolahnya. Dari yang awalnya nangis tiap melihat sekolahnya sampai sekarang Dhiyaa sudah mulai senang kalau lihat sekolahnya. Beruntung sekolahnya disiplin tidak memperbolehkan satu pun orang tua atau nanny untuk berada dikelas sejak jam sekolah dimulai, jadi Dhiyaa bisa lebih cepat beradaptasi. Minggu-minggu pertama setiap pintu kelas sudah mulai ditutup dan orang tua disuruh keluar kelas, hampir semua murid menangis. Tapi memang saking disiplinnya, kalau anak tidak ada yang sampai pingsan atau kejang2 (hehehe) orang tua tidak boleh ada yang masuk. Ngintip pun juga boleh lho, orang tua harus menunggu diluar area ECY dan Elementary nya.

Minggu kedua Dhiyaa masih nangis setiap sampai disekolah, tapi pulangnya sudah tidak. Minggu ketiga jumlah nangisnya dalam seminggu sudah berkurang. Minggu keempat Dhiyaa sudah tidak nangis, tapi tetap masih minta diantar sampai kelas, dan tidak mau salaman sama teacher di gate. Minggu kelima Dhiyaa mulai berani salaman sama teacher (bukan hanya teacher kelasnya) dan tidak lagi minta diantar ke kelas, jadi Dhiyaa sudah berani diantar sampai gate dan berjalan ke kelas sendiri. Frekuensi ngompolnya pun juga sudah berkurang, dari hampir tiap hari sampai terakhir kemarin cuma 2 x dari 5 hari sekolah. Katanya sich sudah berani bilang kalau mau pipis, tapi kalau untuk urusan BAB jangankan disekolah, dirumah pun masih susah ngomong kalau mau BAB.

Di rumah tanpa ditanya Dhiyaa juga suka show off, dari counting, singing sampai praying. Dari 23 teman kelasnya, Dhiyaa sudah hafal 16 nama...wow this one terbukti kalau ingatannya cukup kuat. Cara Dhiyaa main coloring juga sudah lebih baik, Dhiyaa sudah mengerti bahwa tidak boleh keluar garis kalau mewarnai. Now she is trying her best to control her soft motoric. Bahkan kalau Dhiyaa lihat hasil mewarnai Dhiyaa pada saat sebelum sekolah malah dikomentari "kok mewarnainya keluar garis sich, siapa ini yang mewarnai?" Walah kalau untuk yang satu ini Dhiyaa malah lupa siapa pelakunya, hehehe.

Ayah Bunda sangat bersyukur karena Dhiyaa can adapt well with her new surrounding. Jadi tidak sabar untuk masukkin Akhyaar sekolah, secara Akhyaar saat ini makin aktif dan sulit untuk dibendung aktifitasnya dirumah. Well, sabar ya nak...nanti kalau beberapa urusan Ayah Bunda sudah settled, kita cari sekolah untuk Akhyaar, yang pasti sampai sebelum Juli 2010 Akhyaar belum bisa masuk sekolah Kakak, karena batas umurnya tidak match. Memang beda dengan kakak yang diperbatasan, makanya jadi the youngest in her class.

Wednesday, July 16, 2008

Third Day at School

Yesterday was worst then the first day. Dhiyaa cried all the time, and she even got pup and pee on her pant. Her daddy started to worried about her.
But today, something make me better because there are not only Dhiyaa who is crying but almost half of the class are crying desperately. More surprisingly. I just find out that Dhiyaa is the youngest at her class. Well she just 2,5 years at the moment. So Daddy, no need to worried. This is the normal condition, as the principal said there even kids having 3 months crying moment.

Tuesday, July 15, 2008

Second day at school

OK now is the second day for Dhiyaa to attend school. When arrived at schooll this morning, she was so excited to see the playground and wanted to play directly. But then I recommended her to put her bag first at class first and asked for permission. After put her bag and get the permission, soon she left me all alone and went to the playground....what a kid...

When it was time to enter the class, there when she started to cry and call for me. I was so sad to see this, but then I had to leave her alone with her teachers and friends. I took a look for her an half an hour later and guess what...she was still crying. OK maybe it takes more then one or two days for her to get used to with the surrounding. I just hope she can make it before my annual leave finish by this week.



How about yesterday? When I picked her up at 11.30 she was crying for me in the line. But when she got into the car she started to calm down. When she about to take a nap then she started to recall what she was been doing for the last 3 hours at school. She realized that she cried at school. Hope today will be better.

Monday, July 14, 2008

First Day at School

Saat ini Bunda sedang duduk di coffee corner Binus School Serpong. Baru saja Bunda antar Dhiyaa masuk ke kelasnya. Ya...hari ini adalah hari pertama Dhiyaa masuk sekolah. Mungkin saking nervous nya semalam Dhiyaa tidur sampai ngigau sekolah. Ayah dan Bunda sengaja membuat Dhiyaa merasa senyaman mungking hari ini, biar Dhiyaa gak takut.
Dhiyaa berangkat sekolah dengan menggunakan antar jemput mobil, yang amazingly cuma nganter Dhiyaa seorang. Karena itu Ayah Bunda memutuskan bahwa Dhiyaa harus ditemani selama anter jemput ini. First candidate is Eyang kung.
Pagi ini setelah mandi dan sarapan, Dhiyaa berangkat kesekolah bareng Bunda dan Eyang Kung. Selama seminggu ini Bunda akan ngurus Chaperone card baru supaya Ey. ang Kung bisa punya akses untuk antar jemput Dhiyaa.
Sampai di Sekolah, sebagaimana Bunda perkirakan Dhiyaa gak mau salaman sama siapa pun, maunya dekat-dekat Bunda terus. Dari pintu gerbang sampai kelas, gak ada yang dikasih senyum. Bunda antar Dhiyaa sampai Dhiyaa taruh tasnya di posisi yang sudah ditentukan. Bunda minta Dhiyaa untuk duduk disamping temannya, dan Bunda bilang ke Dhiyaa kalau Bunda mau urus Chaperone Card dulu keluar. Dhiyaa cuma diam tidak bergerak, tapi cukup bagus karena Dhiyaa tidak menangis. Dilihat dari jendela kaca pun Dhiyaa tetap masih diam saja.
Akhirnya Bunda memutuskan untuk segera mengurus masalah kartu akses. And now I'm here sitting in the corner of coffee shop waiting for my daugther. Hope you can enjoy inside there Dhiyaa.

Nervous Mom.